Header Ads

Sejarah Disintegrasi Bangsa Indonesia Tahun 1948-1965

Disintegrasi Bangsa Indonesia






Disintegrasi bangsa Indonesia Tahun 1948-1965 adalah sebuah sejarah kelam bangsa dimana bangsa kita sendiri ingin meruntuhkan dan menghancurkan ideologi bangsa Indonesia. Indonesia yang pasca mengalami kemerdekaan, tentu bukan hal mudah dalam mengelola dan mengatur seluruh masyarakat Indonesia. Peristiwa 1948-1965 dinilai menjadi salah satu momen bersejarah maraknya ancaman disintegrasi bangsa yang datang dari berbagai daerah bahkan ditambah dengan Agresi Militer Belanda. 

Pada periode tersebut, Bangsa Indonesia dihadapkan pada situasi genting mengenai ancaman integrasi dan ideologi bangsa yang ingin diruntuhkan oleh berbagai pihak. Oleh karena itu, artikel ini merangkum mengenai peristiwa tersebut menjadi tiga babak yaitu : 

1. Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkaitan dengan ideologi.
2. Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkaitan dengan kepentingan
3. Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkaitan dengan sistem pemerintahan

Konflik dan Pergolakan Ancaman Disintegrasi Bangsa Indonesia terhadap Ideologi Negara.

Konflik dan pergolakan Ancaman Disintegrasi Bangsa Indonesia terdapat yang mengarah pada ideologi bangsa. Sejumlah pihak ingin merubah ideologi bangsa Indonesia dari Pancasila menjadi ideologi yang mereka inginkan. Berikut ini pemberontakan yang dilakukan oleh beberapa pihak untuk meruntuhkan ideologi bangsa Indonesia.

Pemberonakan PKI (Partai Komunis Indonesia) 1948

Pemberontakan PKI 1948 dinilai menjadi pemberontakan pertama yang dilakukan oleh sebuah partai untuk merubah ideologi bangsa Indonesia menjadi PKI. Ideologi ini menginginkan bangsa Indonesia berubah dari Pancasila menjadi PKI sesuai dengan ideologi yang mereka inginkan. Pemberontakan ini dipimpin oleh Muso dan Amir Sjarifuddin yang kecewa terhadap pemerintahan Indonesia khususnya Mohammad Hatta. Hatta tidak memasukkan nama Amir ke dalam kabinet sehingga ia memberontak dan menginginkan Kabinet Hatta bubar. Berikut beberapa fakta penting mengenai pemberontakan PKI 1948.

Nama pemimpin: Amir Sjarifuddin dan Muso

Latar belakang: Ggolongan kiri terlempar dari pemerintahan, PKI menjadi partai oposisi dan bergabung dengan partai serta organisasi kiri lainya dlam front demokrasi rakyat (FDR). PKI bercita cita menjadikan indonesia sebagai negara berpaham komunis.

Daerah: Madiun

Waktu: 18 september 1948

Upaya penyelesaian: Pasukan pemerintah berhasil melakukan desakan terhadap para pemberontakan dan akhirnya Muso di tembak mati dan Amir Sjarifuddin di jatuhi hukuman mati.

Hasil : PKI gagal mengambil alih kekuasaan dan gagal merubah ideologi negara. Namun, usahanya tidak surut karena nanti di tahun 1965 PKI kembali memberontak dengan pimpinan keturunan Amir Sjarifudin.

DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia)

DI/TII adalah sebuah peristiwa pemberontakan pada tahun 1948-1960 dimana pemberontakan ini tersebar dan tidak terpusat pada satu wilayah. Pemberontakan ini terjadi di beberapa tempat dengan pemimpin yang berbeda, seperti Amir Fatah di Jawa Tengah, Kartosuwiryo di Jawa Barat, Daud Beureuh di Aceh, Ibnu Hajar di Kalimantan Selatan, dan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan. Pemberontakan ini memang mengikuti pusatnya yang berada di wilayah Jawa Barat yaitu pimpinan Kartosuwiryo. Namun, pemberontakan ini dapat di lerai dengan kemenangan bangsa Indonesia dan menghilangkan bekas-bekas kaum DI/TII. Berikut ini beberapa fakta mengenai pemberontakan DI/TII

Nama pemimpin: S.M. Kartosuwiryo, Daud Beureuh, Kahar Muzakkar, Amir Fatah, dan Ibnu Hajar.

Latar belakang: Akibat perjanjian renville yang mengharuskan daerah daerah jajahan Belanda harus pindah ke daerah yang di kuasai RI.

Daerah: Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Aceh, Sulawesi Selatan.

Waktu : Agustus 1948-1960

Upaya penyelesaian: Pemerintah melakukan operasi militer dan perundingan khususnya di wilayah Aceh.

Hasil: Semua pemberontakan yang ada di semua daerah berhasil di tumpaskan oleh pemerintah dan Indonesia kembali aman.

Baca juga: Pengertian, Agenda, dan Tujuan Masa Reformasi di Indonesia

Konflik dan Pergolakan Ancaman Disintegrasi Bangsa Indonesia terhadap Kepentingan.

Selain konflik untuk mengubah ideologi bangsa Indonesia, konflik tersebut juga terjadi karena kepentingan pada salah satu pihak. Kepentingan tersebut bersifat pribadi dan ingin merebut kemerdekaan bangsa Indonesia. Berikut ini pergolakan yang dilakukan bangsa Indonesia untuk meruntuhkan kemerdekaan Indonesia.

Pemberontakan APRA

Disintegrasi Bangsa Indonesia









APRA atau Angkatan Perang Ratu Adil adalah sebuah pemberontakan yang dilakukan oleh Kapten Westerling untuk merebut pemerintah Indonesia khususnya di wilayah Bandung. Wilayah Bandung merupakan jantung pertahanan militer Indonesia sehingga kapten Westerling ingin merebut pertahanan Indonesia. Berikut ini beberapa fakta mengenai pemberontakan APRA di Bandung. 

Nama pemimpin: Kapten Westerling

Latar belakang: KNIL bentukan Belanda tidak seuju dengan pembentukan APRIS di Jawa Barat.

Daerah : Pasundan, Bandung

Waktu : Januari 1950

Upaya Penyelesaian : Hatta memerintahkan pasukanya untung menangkap Westerling

Hasilnya : Westerling melawan dengan meneror Kota Bandung namun berhasil di gagalkan dan dia melarikan diri menuju ke Belanda.

Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan)

Pemberontakan RMS merupakan sebuah pemberontakan yang dipimpin oleh Dr. Soumokil yang mengklaim bahwa wilayah Maluku bukan merupakan wilayah bangsa Indonesia. Maluku ingin menjadi negara independen yang ada di wilayah Timur. Hal ini tentu membuat bangsa Indonesia geram hingga Hatta memerintahkan Kolonel Kawilarang untuk menumpas pemberontakan tersebut. Berikut ini beberapa fakta penting terkait pemberontakan RMS.

Nama pemimpin: Dr. Soumokil

Latar belakang: Maluku ingin memisahkan diri dari Republik Indonesia.

Daerah: Maluku

Waktu : April 1950

Upaya penyelesaian: pemerintah melakukan perundingan namun gagal maka mereka melakukan operasi militer di bawah pimpinan Kawilarang.

Hasilnya: Kota Ambon berhasil di rebut kembali dan pemberontakan berhasil di tumpaskan.

Baca juga: Definisi dan Contoh Google Doddle

Konflik dan Pergolakan Ancaman Disintegrasi Bangsa Indonesia terhadap Pemerintah.

Disintegrasi Bangsa Indonesia

Konflik dan pergolakan ancaman disintegrasi bangsa Indonesia yang terakhir terjadi untuk merebut sistem pemerintah Indonesia. Pergolakan ini bertujuan mengganti sistem pemerintah Indonesia dan melengserkan pemerintahan yang ada. Pemberontakan ini dikenal dengan nama Pemberontakan PKI 1965. Pemberontakan ini bertujuan untuk merebut pemerintah Indonesia yang sedang dipimpin oleh Soekarno dengan tujuan membunuh para Jenderal di Indonesia. Para Jenderal yang terbunuh kemudian diberi gelar Pahlawan Revolusi. Pemberontakan ini menjadi berita panas hingga saat ini karena tidak diketahui siapa dalang sebenarnya dibalik pemberontakan PKI 1965. Banyak berbagai referensi yang menganggap PKI yang bersalah. Namun, terdapat referensi yang mengatakan jika ini didalangi oleh Soeharto untuk menjatuhkan Soekarno, dan Soekarno untuk menjadi pemerintah mutlak di Indonesia. Berikut ini beberapa fakta penting dari pemberontakan PKI 1965.

Baca juga : Kenali Pengertian Ekspor dan Apa Saja Komoditi Ekspor Indonesia

Kesimpulan

Konflik dan pergolakan ancaman disintegrasi bangsa Indonesia menjadi salah satu peristiwa bersejarah besar bagi bangsa Indonesia. Rentetan peristiwa bersejarah ini menjadikan bangsa Indonesia mengalami sebuah masa kelam dan penuh noda. Pemerintah Indonesia berhasil membuktikan kekuatannya untuk menangani berbagai kasus permasalahan yang ada di Indonesia.

2 komentar:

  1. Yang berkaitan dengan sistem pemerintahan mana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya berfokus pada pemberontakannya, bukan pada pemerintahanya

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.