Header Ads

Sejarah dan Pemerintahan Reformasi di Indonesia

Pemerintahan Reformasi

Reformasi merupakan sebuah masa pemerintahan di Indonesia yang dimulai sejak tahun 1998. Reformasi berdiri atas dasar keinginan rakyat untuk mengubah pemerintah Indonesia dari masa Orde Baru. Pemerintahan Reformasi di Indonesia sendiri menjadi ujung tombak harapan rakyat untuk mengubah nasib bangsa Indonesia. Pemerintah Reformasi diharapkan dapat memenuhi 6 Agenda Reformasi untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Indonesia diharapkan dapat menjadi bangsa yang lebih baik pada masa Reformasi. 

Pemerintahan Reformasi telah berlangsung kurang lebih sekitar 24 tahun terjadi berbagai perubahan khususnya pada bidang eksekutif. Presiden hanya menjabat maksimal 10 tahun atau 2 periode pada saat pemilu. Hal ini bertujuan untuk menciptakan pemerintah yang fleksibel dan tidak mutlak. Oleh karena itu, simak artikel berikut untuk mengetahui pemerintahan masa Reformasi di Indonesia.

B.J. Habibie

Pemerintahan Reformasi

Ir. H. Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang kerap dipanggil B.J. Habibie adalah Presiden pertama pada masa Reformasi yang diangkat untuk menggantikan Soeharto yang mundur. Habibie dipercaya menjabat sebagai Presiden meski dalam kurun wakut satu tahun. Hal ini karena panasnya suasana pasca gerakan 1998 yang membuat kondisi politik di Indonesia belum stabil. B.J. Habibie pernah menuai kontroversial ketika ia membebaskan Timor Leste untuk pisah dari Indonesia pada tahun 1998 dan dianggap sebagai gerakan yang salah. Selain itu, demonstrasi yang dilakukan oleh massa belum mereda khususnya di wilayah Semanggi. Hal inilah yang menyebabkan masa jabatan beliau hanya 1 tahun.

Baca juga: Pengertian, Agenda, dan Tujuan Reformasi di Indonesia

Abdurrahman Wahid (Gusdur)

Pemerintah Reformasi

Abdurrahman Wahid atau yang kerap dipanggil Gusdur adalah seorang Presiden dilantik pada tahun 1999 melalui Pemilu untuk menggantikan B.J Habibie. Gusdur merupakan seorang santri yang sangat taat beribadah dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Namun, ia kerap mengundang kontroversi dari sejumlah kalangan dan membuat suasana politik pada masa pemerintahan reformasi menjadi tidak karuan. Ia dianggap terlalu menghamburkan uang negara untuk berpergian ke luar negeri. Ia juga membubarkan Menteri Pencerahan atau Sosial yang membuat banyak menteri dan masyarakat geram akan sifatnya. Ia kemudian hanya menjabat selama 2 tahun atau tepatnya pada tanggal 23 Juli 2001 Ia harus menyerahkan kekuasaannya. 

Megawati Soekarnoputri

Pemerintah Reformasi

Megawati Soekarnoputri adalah cucu dari Soekarno yang merupakan Presiden pertama di Indonesia. Megawati menjadi Presiden setelah menggantikan Gusdur yang menuai banyak kontroversi. Megawati menjadi Presiden perempuan pertama di Indonesia. Ia menjadi Presiden pertama yang menjalankan Pemilu secara langsung dan berlangsung selama 5 tahun. Ia merupakan Presiden yang menjabat dari tanggal 23 Juli 2001 hingga 20 Oktober 2004. Ia kemudian digantikan oleh SBY sebagai Presiden keenam di Indonesia. Salah satu kesuksesan beliau dalam dunia internasional adalah membuat Indonesia keluar dari IMF (International Monetary Fund) atau sebuah badan dana pinjaman bagi negara berkembang. Hal ini tentu membuat Indonesia dinilai menjadi negara mandiri.

Baca juga: Sejarah Disintegrasi Bangsa Indonesia 1948-1965

Soesilo Bambang Yudhoyono

Soesilo Bambang Yudhoyono atau yang kerap dipanggil SBY adalah Presiden pertama di Indonesia yang mampu bertahan selama 2 periode atau 10 tahun. Pemerintahan Reformasi pada masa SBY menjadi pemerintah yang sangat stabil dan tidak memiliki banyak masalah. Pemerintahan Reformasi pada masa SBY juga dianggap tidak memiliki kasus korupsi yang banyak seperti saat ini. Ia menjabat tanggal 20 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2014. SBY merupakan Presiden yang sangat memakmurkan rakyatnya dengan berbagai bantuan langsung dari pemerintah. Salah satunya adalah Balsem (Bantuan Langsung Sementara) yang nyatanya  banyak masyarakat atas bermain curang dan tidak memberikan hak kepada yang membutuhkan.

Joko Widodo

Pemerintah Reformasi

Joko Widodo atau yang kerap dipanggil Jokowi adalah Presiden ketujuh atau hingga saat ini di Indonesia. Beliau menjabat untuk menggantikan Presiden SBY pada tanggal 20 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2024 nantiya. Ia menjadi Presiden kedua yang mampu menjabat selama 2 periode. Pada awalnya, ia adalah seorang Walikota Solo dan menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Ia akhirnya diamanatkan untuk menjadi Presiden ketujuh di Indonesia. Jokowi adalah Presiden yang seringkali "blusukan" atau terjun langsung pada rakyat. Namun nyatanya, banyak sekali orang-orang yang bermain di belakang dirinya dan menjadikan Jokowi sebagai boneka belaka. Saat ini, Jokowi dianggap sebagai Bapak Hutang Negara karena besarnya hutang negara Indonesia pada pemerintahan Jokowi. 

Baca juga : Suku Aborigin: Kehidupan dan Sistem Sosial Sebelum Masuknya Kulit Putih

Kesimpulan

Pemerintahan Reformasi di Indonesia adalah sebuah pemerintahan yang diharapkan memberi angin segar bagi bangsa Indonesia. Pemerintahan Reformasi dianggap sebagai solusi bangsa Indonesia untuk mencapai tujuan nasional. Pemerintah Reformasi telah mengganti sebanyak lima kali eksekutif yang memiliki pola pikir berbeda. Namun, pemerintah reformasi belum menemui titik terang dalam membawa bangsa Indonesia. Hal ini karena masih banyak sekali penyelewengan yang dilakukan oleh menteri dan eksekutif. Contohnya adalah maraknya kasus KKN dan hutang negara yang semakin membesar. 

1 komentar:

  1. https://youtu.be/opYnDmSOZUE
    Jangan lupa buka ini dan subscribe banyak video menarik di sini

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.