Header Ads

Pengertian, Agenda, dan Tujuan Masa Reformasi di Indonesia

Masa Reformasi Indonesia
Source: Kompas.com

Masa Reformasi adalah sebuah masa perubahan di Indonesia yang dinilai menjadi harapan besar bagi bangsa Indonesia. Reformasi sendiri diartikal sebagai sebuah perubahan pemerintah di Indonesia dari Orde Baru. Orde Baru yang telah berkuasa di Indonesia dalam kurun waktu yang lama, membuat rakyat menilai adanya kekuasaan mutlak dari Orde Baru dan banyak sekali penyimpangannya. Hal inilah yang membuat bangsa Indonesia kemudian melengserkan Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 dan merubah sistem pemerintah menjadi Reformasi. Lantas, apa itu masa Reformasi? Apa tujuan dari Reformasi? Simak artikel berikut ini untuk penjelasannya!.

Pengertian Masa Reformasi

Reformasi adalah sebuah kata yang diartikan sebagai perubahan di Indonesia. Reformasi sering kali dikatakan sebagai perubahan yang cepat dan mendadak. Hal ini tercermin dari perubahan bangsa Indonesia dari Orde Baru menuju Reformasi dalam kurun waktu beberapa hari. Perubahan ini memiliki tujuan untuk mengubah nasib bangsa Indonesia dan mengadili Presiden Soeharto atas kesalahan besar yang ia lakukan. Reformasi menginginkan pemerintah yang lebih transparansi dan lebih terbuka khususnya dalam bidang keuangan dan penyampaian pendapat.

Penyebab Munculnya Masa Reformasi di Indonesia

Masa Reformasi
Source: DPRD.Talaudkab.go.id

Munculnya Masa Reformasi di Indonesia tentu bukan tanpa sebab dan tanpa hal. Reformasi muncul akibat dari berbagai penyimpangan, krisis, dan kejahatan yang terjadi di Indonesia pada masa Orde Baru. Berikut ini sebab-sebab berakhirnya masa Orde Baru dan Munculnya Masa Reformasi.

Krisis Ekonomi

Sebelum tahun 1998, Indonesia mengalami sebuah masa yang dinamakan krisis ekonomi dimana seluruh harga sandang dan pangan meningkat. Indonesia juga terkena dampak dari ledakan minyak yang membuat pendapatan perkapita Indonesia menurun. Hal ini tentu menyebabkan daya beli masyarakat yang menurun. Hal inilah yang menjadikan pada tahun 1997, Indonesia mengalami laju inflasi yang tinggi yaitu sekitar 41%. Harga-harga di pasar kemudian naik sehingga masyarakat menjadi mengeluh akibat dampak ini.

Krisis Politik

Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi dimana banyak partai-partai yang duduk pada kursi parlemen. Namun, pada masa Orde Baru, ada sebuah masa yang dinamakan fusi partai tahun 1973. Fusi ini menggabungkan berbagai partai-partai kecil di Indonesia untuk menjadi tiga partai besar yang duduk pada parlemen. Hal ini menimbulkan terjadinya ketidakseimbangan parlemen yang membuat banyak sekali terjadi praktik KKN. Berbagai partai politik disinyalir menjadi dalang pada satu kasus korupsi di Indonesia. Hal inilah yang membuat pada tahun 1998, terjadi ketidakseimbangan partai yang akhirnya membuat pemerintah goyah dan Soeharto mundur dari kursi kepresidenan.

Krisis Kepercayaan

Pada masa Orde Baru, masyarakat ditempa dengan berbagai fakta yang tidak sesuai dengan harapan dan omongan suatu pemimpin sebelum menjabat. Masyarakat banyak mengalami kepahitan janji yang dibuat oleh pemerintah seperti pengembangan ekonomi, pemotongan harga bahan pokok, dan masih banyak lainnya. Masyarakat juga dihadapkan dengan adanya KKN yang merajalela pada masa Orde Baru sehingga membuat mereka tidak lagi percaya terhadap pemerintah Indonesia. Hal ini menimbulkan adanya pertanyaan besar pada rakyat dan menyebabkan terjadinya mosi tidak percaya khususnya pada eksekutif dan legislatif. Puncaknya adalah ketika terjadi demonstrasi besar-besaran untuk merubah strukturisasi pemerintah Indonesia dan melengserkan kekuasaan tunggal eksekutif yang sudah terlalu lama.

Baca juga: Sejarah Disintegrasi Bangsa Indonesia Tahun 1948-1965

Agenda atau Tuntutan Reformasi

Peristiwa demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh mahasiswa pada tanggal 12 Mei 1998 tentu membawa berbagai tuntutan atau agenda. Tuntutan ini kemudian diberi nama Agenda Reformasi yang memiliki enam pasal. Pasal tersebut merupakan penyelesaian masalah yang terjadi pada masa Orde Baru. Agenda tersebut diharapkan dapat membuat bangsa Indonesia kembali maju dan menjadi bangsa yang lebih berkembang. Berikut ini Agenda Reformasi yang dibawa oleh mahasiswa pada peristiwa 1998.

  • Mengganti eksekutif atau presiden Soeharto yang sudah memimpin 32 tahun.
  • Melakukan amandemen terhadap UUD 1945 agar tidak ada celah bagi elite politik untuk mengelabuinya.
  • Menghapus Dwifungsi ABRI dan memaksa ABRI untuk tidak ikut campur pada masalah politik.
  • Memberikan otonomi daerah seluas-luasnya.
  • Menegakan atau supremasi hukum untuk lebih tegas bagi siapa saja yang melanggarnya.
  • Membentuk pemerintahan yang bersih dari KKN.

Tujuan Masa Reformasi di Indonesia

Perubahan sistem pemerintahan di Indonesia dari Orde Baru menuju Reformasi tentu memiliki tujuan yang fundamental dan struktural. Masyarakat menginginkan pemerintah yang bersih dari KKN dan lebih peduli terhadap rakyat. Masyarakat menginginkan pemerintah yang mendengarkan aspirasi atau suara rakyat tanpa ada yang di bungkam. Masyarakat juga menginginkan perbaikan lini di segala bidang baik infrastruktur, ekonomi, sosial, dan politik. Bangsa Indonesia juga menginginkan perubahan pemerintah yang lebih fleksibel mengembalikan seluruh putusan berada di tangan rakyat. Hal ini tentu mencerminkan jika Reformasi adalah sebuah perubahan sistem pemerintahan yang diinginkan rakyat untuk merubah bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

Pelaksanaan dan Pemerintahan Reformasi di Indonesia

Masa Reformasi
Source: Dhiandharti.com

Saat ini, bangsa Indonesia sedang menjalani sistem pemerintah Reformasi yang sesuai dengan cita-cita bangsa pada tahun 1998. Beberapa perubahan besar sudah mulai berjalan seperti amandemen UUD 1945 yang dilakukan sebanyak 4 kali yaitu 1999,2000,2001, dan 2002 dengan tujuan untuk landasan hukum bangsa Indonesia. Perubahan juga mulai dirasa pada masa jabatan Presiden dimana saat ini, berdasarkan konstitusi negara, Presiden hanya boleh menjabat sekitar 2 periode atau 10 tahun maksimal. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya kekuasaan mutlak pada eksekutif. Namun, pelaksanaan Reformasi masih menemui titik lemah dimana kasus KKN semakin meluas dan bahkan dilakukan oleh para Menteri. Hal inilah yang diharapkan dapat terus berubah semakin baik lagi demi kehidupan bangsa yang lebih baik.

Pelaksanaan Pemerintahan Indonesia saat ini sedang dalam fase perubahan untuk menjadi lebih baik dan benar. Hal inilah yang menyebabkan gonta-ganti presiden pada di pemerintahan masa reformasi saat ini. Berikut ini beberapa Presiden yang berganti-ganti pada masa pemerintahan reformasi. 

  • B.J. Habibie yang menggantikan Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998.
  • Abdurrahman Wahid yang menggantikan B.J. Habibie pada tanggal 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001 akibat banyak penyelewengan yang dilakukannya.
  • Megawati Soekarnoputri sebagai putri Presiden Soekarno. Ia merupakan Presiden yang pertama kali menjalankan Pemilu 5 tahun.
  • Soesilo Bambang Yudhoyono merupakan presiden yang menyebabkan berbagai bahan pokok tetap stabil harganya dan membawa perubahan besar bagi Indonesia.
  • Joko Widodo merupakan Presiden yang sampai saat ini masih menjabat di Indonesia. Jokowi banyak membangun berbagai infrastruktur besar di Indonesia demi kemajuan bangsa Indonesia.

Baca juga: Sejarah dan Pemerintahan Reformasi di Indonesia

Kesimpulan

Masa Reformasi di Indonesia merupakan sebuah masa dimana perubahan secara mendadak dan besar dilakukan dalam waktu singkat. Perubahan pemerintah dari Orde Baru menjadi Reformasi hanya berlangsung sekitar beberapa hari dengan lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan. Masa Reformasi juga dinilai menjadi masa impian atau yang rakyat Indonesia cita-citakan karena diharapkan dapat merubah pemerintah Indonesia menjadi lebih baik. Rakyat selalu berpedoman jika semoga Bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang lebih baik sesuai dengan cita-cita Reformasi yang dibawa pada tahun 1998.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.